Kanker Payudara

Agustus 27, 2008 at 2:40 pm Tinggalkan komentar

Kanker payudara merupakan tumor ganas kedua yang paling banyak menyerang wanita, setelah kanker leher rahim. Kanker ini biasanya menyerang wanita muda/ dewasa. Penderita termuda dilaporkan berusia 20-29 tahun, penderita terbanyak berusia 40-49 tahun dan yang tertua berumur 80-89 tahun. Penyebabnya belum diketahui, tetapi salah satunya diduga berhubungan dengan faktor genetik/ keturunan.

Faktor-faktor risiko tinggi kanker payudara antara lain: Wanita berumur di atas 40 tahun yang tidak mempunyai anak, wanita yang mempunyai anak pertama pada umur 35 tahun, wanita yang tidak kawin, menarche lebih dini (di bawah 14 tahun), menopause yang lambat, riwayat trauma pada payudara, wanita usia di atas 25 tahun yang keluarganya (ibu, saudara perempuan ibu, saudara perempuan satu ibu) pernah menderita kanker payudara, tidak menyusui, mengalami trauma berulang kali pada payudara, mendapat haid pertama pada usia yang sangat muda, cenderung kelebihan berat badan, pernah operasi payudara/
alat reproduksinya, pernah mendapat obat hormonal yang lama, dll
Jenis kanker payudara berdasarkan kelainan anatomi maupun tingkatan penyakitnya. Setiap jenis kanker menunjukkan ciri/ gejala bervariasi, misalnya: perubahan bentuk/ besar payudara, puting susu yang tertarik ke dalam, adanya bentuk mirip koreng/ eksema yang menahun pada puting susu, bentuk seperti kulit jeruk yang berkeriput pada payudara, keluar cairan tidak normal dari puting susu yang berupa nanah, darah, cairan encer atau keluar air susu pada ibu yang tidak hamil atau tidak sedang menyusui, dll.

Pengobatan/ penanganan kanker payudara sangat tergantung jenis/ tingkatannya. Ada berupa operasi (pengangkatan sebagian/ seluruh payudara beserta jaringan di sekitarnya), pemberian obat kanker (kemoterapi), penyinaran (radioterapi), dll. Dokter ahli-lah yang menentukan jenis pengobatan yang akan dilakukan.

Semakin dini diketahui, semakin besar kemungkinan dapat ditangani baik bahkan disembuhkan. Sayangnya, 50 % penderita di Indonesia datang dalam kondisi stadium lanjut, sehingga penanganannya menjadi sulit dan angka kematian pun cukup tinggi. Untuk deteksi dini kanker payudara bisa dilakukan beberapa cara: Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sejak usia 20 tahun, pemeriksaan berkala oleh dokter setiap 2-3 tahun pada usia 20-40 tahun, pemeriksaan berkala oleh dokter 1 x tahun, setelah berusia 35 tahun. Mamografi 1-2 kali pada usia 35 hingga 49 tahun. (Mamografi=pemeriksaan radiodiagnostik khusus dengan mempergunakan teknik foto “soft tissue” pada payudara.). Mamografi setiap tahun setelah berusia 50 tahun.

SADARI dianggap cara termurah, aman dan sederhana serta penting, karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. SADARI sebaiknya dilakukan sebulan sekali, terutama pada hari ke-5 sampai ke-7 setelah masa haid bermula.

3 langkah melakukan SADARI : Pemeriksaan di depan cermin. Perhatikan kesimetrisan kedua payudara. Lalu angkat kedua lengan melewati kepala, apakah ada perubahan bentuknya, pembengkakan, lekukan, atau perubahan di setiap puting. Pemeriksaan raba pada posisi berdiri.

Untuk melakukan pemeriksaan sebelah kanan, angkat lengan kanan ke belakang kepala, lalu gunakan jari-jari tangan kiri untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan raba pada saat berbaring. Berbaring di atas permukaan yang keras. Melakukan pemeriksaan sebelah kanan, letakkan bantal di bawah pundak kanan, lalu letakkan lengan kanan di belakang kepala. Ratakan jari-jari tangan kiri pada payudara kanan, dan tekan secara lembut dengan gerakan memutar searah jarum jam. Mulailah pada bagian paling puncak sebelah kanan (posisi jam 12), kemudian bergerak ke arah jam 10 dan seterusnya, sampai kembali ke posisi jam 12. Setelah itu, pindahkan jari-jari 2 cm mendekati puting. Teruskan gerakan memutar seperti sebelumnya, hingga seluruh bagian, termasuk puting selesai diperiksa. Lakukan hal yang sama, tetapi dengan lengan kiri di bawah kepala sedang tangan kanan meraba payudara kiri. Berikan perhatian khusus pada bagian kiri atas, sebab di situ paling sering ditemukan kanker payudara.

Teknik SADARI yang benar harus menggunakan buku jari dari ketiga jari tengah, bukan ujung jari. Jika menemukan adanya benjolan/ perubahan pada payudara yang membuatmu resah, segera konsultasikan ke dokter. Jika pemeriksaan dokter menunjukkan tidak adanya kelainan, tapi kamu masih tetap resah, kamu bisa meminta kunjungan lanjutan. Kamu juga bisa meminta pendapat kedua (second opinion) dari dokter spesialis yang lain.

Entry filed under: kesehatan. Tags: .

Hacking Pengertian dan Pentingnya Manajemen ( 1 )

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalend3r

Agustus 2008
S S R K J S M
    Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Kategori

Blog Stats

  • 10,734 hits

%d blogger menyukai ini: